About humanity and books

Manusia adalah kata yang simple tapi tidak mudah untuk dijelaskan secara gampang, hal ini karna objek setiap hari diperbaharui dan tidak menetap pada satu kesimpulan kecuali apa yang dia lakukan ketika tidak ada mata yang melihat begitulah kira-kira tentang value manusia menurut J. Paul Satre.

Mungkin terlalu buru - buru jika memberikan label bahwa buku hampir mirip manusia karna memang sejatinya buku sendiri tidak pernah berubah kecuali revisi yg bahkan tidak begitu banyak mengganti point - point pentingnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali jenis buku yang bisa kita baca berdasarkan genre dan kecocokan, selalu ada pilihan antara satu dan lainnya. Ada saat-saat kita salah memilih buku karna tidak cocok atau kurang menarik setelah membacanya, tetapi itu bukan alasan untuk berhenti membaca dan menemukan apa yang sebenarnya mengundang pikiran agar tetap heboh, excited, serta dapat menghancurkan lautan beku dalam diri kita (jelas kafka).

Ini juga selaras dengan hubungan sesama manusia, mungkin ada masanya kita tidak di lirik oleh orang lain yang sebenarnya mencuri atensi kita, tapi itu bukan berarti sebuah jawaban bahwa berhenti adalah jalan terbaik dan menutup akses terhadap lingkungan sekitar. 

Hidup adalah pilihan dan aku memilih mu, perihal aku bukan pilihan mu itu urusanku. 

Kita memang tidak bisa menjadi titik terakhir dalam kehidupan seseorang karna manusia sejatinya selalu dan memiliki hasrat yang setiap hari menuntut segala sesuatu berbeda - beda. Bisa jadi sekarang kita adalah bagian paling penting, tapi tidak menutup kemungkinan besok kitalah hal menjijikan yang sangat ingin dihindari.

Sama seperti halnya ketika sedang membaca buku, sekalipun dalam genre yang kita sukai belum tentu keseluruhan bab dalam olahan kata menjadi berkesan dan tinggal dalam kepala, beberapa menjelma jebakan dan mengganggu ketenangan otak untuk mendapatkan informasi dari yang kita cari. Tapi bukan berarti buku itu tidak bagus, semua buku bagus hanya saja buku tetaplah buku, kita perlu menyaring apa yang benar dan salah, sebagaimana maxim gorky. 

Tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan atau menemukan sesuatu yang berharga sesuai kemauan kita, semua perlu usaha entah sedikit banyaknya. Memang melelahkan jika harus mengulangi rutinitas yang sudah kita tau endingnya, tapi jika mau mencerca lebih dalam, banyak hal indah yang terlewati saat kita tergesa-gesa.

Barangkali ada beberapa bait yang mampu menambah daya tafsir kita, atau menjadi bagian penting cerita yang tidak sengaja kita lewati, atau bisa jadi juga karna terlalu kaku dalam memberikan interpretasi akhirnya salah menemukan arti.

Yaaa, memang tidak mudah memahami manusia dan buku. Mungkin terlalu dilebih-lebihkan, tapi sejujurnya makna dari dua kata tersebut tidak se pendek pengucapan nya.

Salah atau kurang berkesan dalam memilih sesuatu bukan berarti tanda kita tak lagi layak menentukan pilihan, tetapi upaya agar tetap bertanggung jawab meski salah. 

Komentar

Postingan Populer