Sisi lain

Setiap permasalahan yg ada juga menyediakan solusi tentunya, hal tersebut tidak bisa dipungkiri dan sudah menjadi hukum alam karna jika ada atas pasti ada bawah dan seterusnya dan seterusnya. 

Sisi lain ini bermaksud untuk menentukan, melihat, menelaah, mengamati serta menjadikan pelajaran agar kedepannya mungkin bisa berguna, InsyaAllah. 

Sisi lain sendiri ditujukan dalam menilai suatu kejadian dari sudut pandang berbeda artinya banyak sekali kesimpulan dari satu masalah dan rata-rata argumen yg disodorkan justru terkesan mirip atau memiliki kemiripan inti. Nah pada bagian inilah Sisi lain memerankan perannya yaitu menilai kejadian dengan sudut pandang lain. 

Contoh : dalam suatu ruang lingkup atau dalam kelas terlepas dari kelas apapun itu, ada salah satu orang yg pendiam jarang berintraksi, suka menyendiri atau introvert katanya. Kejadian seperti itu sudah menjadi rahasia umum orang-orang introvert tersebut hanya berintraksi dengan beberapa orang saja yang dalam artian adalah teman dekat mereka, sementara beberapa dari mereka tidak terlalu akrab dan menjudge si a sebagai orang yang introvert. 
Jika kita menggunakan sisi lain atau sudut pandang yang berbeda bisa sekali melahirkan argumen lebih dari pada itu, misal ; si a sebenarnya tidak introvert hanya saja dia memiliki "karakteristik" tertentu dalam memilih dan memilah teman, mengingat bahwa lingkungan sangat berpengaruh dalam membentuk jiwa dan mentalitas seseorang. 

Oh tidak hal itu tidak logis, misalnya dengan sanggahan pragmatis....

Bisa saja si a menjaga dirinya sendiri dari orang lain artinya mungkin ketika si a sudah "akrab" dia cenderung berlebihan dalam bercanda, bertutur kata dan lain sebagainya. 

Ga ga ga ... ga logis ...

Jika dua argumen diatas masih tidak logis mungkin perlu yang lebih spesifik, ada 80% kemungkinan si a itu memiliki tekanan sosial sehingga ia mudah terpancing emosi mengingat semua permasalahan yang ada, kita juga tidak pernah tau sebesar apa masalah seseorang barangkali orang tidak bercerita karna mereka belum percaya kepada kita, atau mungkin dan bisa jadi kita bukan "tempat yang cocok" untuk mereka bercerita. 

Masih banyak lagi argumen yang bisa kita berikan dengan sisi lain hanya saja beberapa orang terlalu cepat menyimpulkan sesuatu. Seperti halnya ada sebuah bola setengah berwarna hitam dan setengah lagi berwarna putih, hanya karna kita melihat didepan mata kita warna hitam kita menyimpulkan bahwa keseluruhan warna itu hitam, dan pada saat kita memutarinya ternyata bagian setengahnya justru berwarna putih. Begitulah hidup banyak hal menarik yang bisa dibahas hanya saja tidak semua orang bisa kita ajak bicara mengenai hal itu.

Hidup selalu diberi pilihan dan selalu artinya terus-menerus. 

Apasih gunanya sisi lain sampai ditulis seperti ini? 

Gunanya mungkin berbeda sesuai dengan kebutuhan per-orangan sendiri, dan jika saya pribadi gunanya sisi lain ini untuk lebih mencerna kejadian-kejadian yang tidak bisa kita tebak dan untuk meminimalisir penyesalan, dampak, atau merusak moral. 

Tulisan ini saya buat untuk saya sendiri dan mengingatkan saya sendiri juga bukan bermaksud untuk menggurui atau
"merasa lebih tau" 
terlebih lagi tidak ada manusia yg sempurna barangkali dengan tulisan ini ke egoisan bisa berkurang serta membuka pikiran agar lebih tenang dalam menghadapi hal-hal yang tidak bisa ditebak. 

Ty...

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer