Sintesa

Lama sekali tidak mengutarakan unek” di Blogspot ini, Alhamdulillah sekarang memiliki kesempatan untuk lagi menulis. 

Kali ini sedikit judul yg lumayan agak nyeleweng ikhwal sintesa/menelaah secara kritis. 

Mulanya manusia sebagai subjek tentu memiliki objek dalam melakukan sebuah aktivitas dengan tujuan” tertentu, tapi tulisan ini tidak membahas tentang tujuan duniawi melainkan ukhrawi. 
Manusia tidak lepas dari status sejak ia lahir di dunia, status merupakan entitas penilaian terhadap beberapa limitasi entah itu umur, pengetahuan, ibadah dll. Adanya penilaian tersebut bukan semata-mata untuk mengalienasi suatu golongan akan tetapi/agar bisa sesuai dengan porsinya. 

Sedikit kutipan tersebut setidaknya sudah cukup di jadikan sebagai eksordium dalam memahami apa itu status yang akan di bahas. 

Penilaian” manusia tentunya seragam ada yg memandang dengan mata kiri dan kanan, perbedaan itulah alasan mengapa hal ini menarik untuk di bahas, Dalam buku; Re dan Perempuan yg mana tokoh utamanya adalah Re menceritakan tentang perjalanan hidup serta kelangsungan sengsaranya. 

Pada bagian intinya Re adalah seorang ibu yg hamil di luar nikah dan dari kejadian itu ia di tolak oleh keluarganya, sehingga ia memutuskan untuk merantau ke jakarta, singkat cerita dengan keputusasaan hidup yg sudah di kerongkongan ia bertemu dengan seorang wanita, kala itu wanita tersebut menyatakan bahwa semua biaya kelahiran Re akan ia bantu pun tempat tinggal dan saat itu juga Re merasa bertemu dengan sosok malaikat. Setelah semua itu selesai dan Re sudah sembuh sediakala ia (wanita yg membantu Re) mulai membicarakan mengenai apa yg harus Re lakukan sebagai ucapan terimakasih atas bantuannya, mengingat bahwa Re datang untuk merantau dan tak lagi memiliki apa-apa mau tidak mau ia harus setuju. Dunia memang fana tidak ada yg tau seperti apa keberlangsungan hidup, Re kaget saat “wanita” itu berkata bahwa Re harus menjadi seorang pelacur, mengingat kejadian sebelumnya ketika Re menyadari bahwa ada anak buah wanita itu yg mati tragis saat ia mencoba lari “tanggung jawab” seperti yg Re pikirkan keras-keras yaitu menjadi “pelacur”. 

Selanjutnya, Re setuju dengan berat hati tanpa ada pilihan lain yg bisa membuat pertimbangan, ia menjadi pelacur siapa sangka ternyata dunia gelap itu sangat kejam, mirisnya ia menjadi “Pelacur Lesbian” yg melayani nafsu wanita. Ke heterogenan manusia tak hanya disitu saja pernah sesekali Re melayani seorang wanita dengan suaminya (theresome) untuk membuat wanita itu nafsu terhadap suaminya ia harus di pancing/“bermanja-manja” dengan Re lalu setelah ia mulai “timbul” suaminya lah yg meneruskan. Disisi lain Re juga pernah melayani seorang Pria dengan Fetis yg berbeda, ia melakukan tindakan tak senonoh, dimana ia menggit Re hingga luka, berdarah dan baru setelah itu ia bisa merasakan nafsu, AAAHHHH SSSIIIIAAAALLLL. 

Kemudian beberapa lompatan waktu, Re memiliki supir pribadi yaitu penulis buku itu sendiri; Kang Maman. Ia menceritakan keluh kesah menjadi seorang pelacur dengan segala ke Anjing-an manusia. Sampai suatu ketika saat Re mulai merasakan kepentingan anaknya ia berdo’a yg terbaik dan meminta segala hal yg sudah sewajarnya di minta untuk buah hati. Re berkata kepada Kang Maman, ia sadar dengan statusnya sebagai pelacur, tapi “Saat ia berdo’a bukan do’a dari pelacur, melainkan do’a dari seorang ibu untuk anaknya”. 

Adapun esensi dari tulisan ini mengenai Status, tak peduli seberapa banyak dosa kita, seburuk apapun moral perlu sesekali kita harus menyadari bahwa kala kita berdo’a kepada sang esa bukan sebuah do’a dari manusia yg nakal/tidak patuh melainkan do’a dari seorang Hamba. Begitu juga kala kita menuakian untuk org tua tak peduli sebanyak apa dosa kita membohonginya, mengabaikannya tapi berpindah lah status terlebih dahulu, Do’a anak untuk org tuanya. Simpan baik-baik kenakalan, dosa, lalai dll. Berikan ruang untuk Ruhaniah benar-benar berdo’a terlepas dari status apapun itu. 

Entahlah mungkin hanya itu saja yg bisa ditulis 😁 
Komen ya jangan lupa, saran yg mungkin kamu anggap tidak penting justru sebuah kesempatan untuk menulis lebih baik 👍🏻

Ssssiiiiiuuuu 🗿

Komentar

Postingan Populer