Primordial

Lama sekali saya tidak menulis 😁
Alhamdulillah sekarang baru memiliki sedikit celoteh, cuss no bacoed.

Sedikit kutipan dari blog kali ini yaitu ekologi dan primordial, ekologi sendiri kurang lebihnya bisa diartikan sebagai interaksi sesama manusia dan lingkungan, sedangkan primordial bisa dibaca tentang nilai-nilai luhur yang tertanam dari tanah lahir katakanlah.

Tidak ada guru terbaik kecuali pengalaman, mengapa ? Karna untuk melampauinya ia perlu di lalui.

Beberapa kejadian bahkan tidak sedikit saya menemukan diri saya sendiri dan “objek” mulai sedikit luntur mengenai primordial, hal ini sangat terlihat jelas khususnya bagi orang-orang perantauan maupun ditanah lahir, dulu ketika saya masih kecil, tanpa hp dan sharelok tetap bisa tau dimana titik kita berkumpul, sebahagia dan se tentram itu bermain kelereng, layang-an, karet, dll.

Fenomena sekarang sangat tidak bisa dipungkiri bahwa anak seumuran saya dulu (SD) sudah memegang gadget, kendaraan, dan banyak hal lain.

Saya pernah menerima materi dari guru ketika menduduki kelas menengah pertama (SMP) beliau berkata ; 
Kita itu tetap saja di jajah dari dulu bahkan sampai sekarang, kata merdeka hanya sekedar bumbu untuk menjadi penikmat sajian, benar memang kita tidak di jajah secara fisik tetapi kita di jajah secara halus (tak kasat) kita di jajah dengan 3 F, yaitu :

1. Fashion 
Pakaian, seiring berjalannya waktu kita sudah enggan memakai produk lokal, celana sobek-sobek, baju kekurangan kain, rok mini, dll.
Tanpa kita sadari seolah-olah kita tertinggal jaman jika tidak mengenakan produk luar, orang-orang menyebutnya Westernisasi (kebarat-baratan).

2. Foodie
Makanan, bahan pokok yang menjadi sasaran kedua, banyaknya produk asing yang tumbuh diatas tanah juga menjadi bagian dari jajahan yang sempurna, dengan adanya starbuck, mcd, dll. Kita tidak hanya sekedar membeli produk tetapi juga membeli apa yang ada di baliknya (yaitu gengsi) ujar slavojk zizek dalam buku Subjek zizek dan sastra, adanya produk asing tersebut juga menjadi bagian maraknya masakan tradisional yang di lupakan. 

3. Funny 
Hiburan, suatu hal yang tidak mengenal ampun, dari anak-dewasa adalah target utama dari produk ini, maraknya game online tak sekedar menjadi sisi positif tetapi juga dampak negatif yang ada dalam suatu ruang lingkup, kala sudah candu untuk bermain game” online cenderung lupa waktu, kian maraknya aplikasi dan fitur” di hp juga lebih sering membuat orang malas untuk ber-aktifitas sehingga hal-hal praktis kian menjadi keinginan beberapa orang.

Sedikit banyaknya 3 hal tersebut tanpa kita sadari sudah mendarah daging dalam diri kita terutama saya sendiri, begitu juga dengan bahan inti pembicaraan yaitu lunturnya primordial di injak ekologi.
Hilangnya nilai-nilai luhur oleh tuntutan lingkungan.


Arigato minna !!!
Jangan lupa saran dan komentarnya ✌🏻

Abcd.fvck

Komentar

Postingan Populer