Mis - Interpretasi
Keheningan membawaku kemari, menjalani sunyi dengan suara tanpa kata entah apa penyebab-nya aku tak mengerti, tapi masih tentang logika, pikiran, dan control !
Akhir-akhir ini cuaca sering kali tetiba berubah layaknya dunia dengan predikat fatamorgananya, tak sekedar itu saja, perasaan pun juga. Aku bertanya : ada apa ?
Lalu bumi dan semesta berteriak : lindungi dirimu dari isi kepalamu sendiri !
Keheningan terjadi se-per sekian detik, suara itu teramat bising dalam pendengaran membuat gendang telinga serasa ingin pecah, apa arti semua ini ? Aku pun bingung dibuatnya !
Seketika aku menemukan titik terang yang dulu pernah ada, ku hampiri perlahan tapi ke-anehan terjadi, ia semakin menjauh dan sesekali sudah berada di belakangku, lagi dan lagi aku di buat bingung !
Sekarang cahaya itu hilang bahkan bayangan pun ikut serta, aku sendiri dalam sepi yang sakit, ternyata aku buta kala itu oleh tiadanya cahaya aku tak bisa apa-apa, lemah sekali diri ini.
Aku kehabisan cara menghadapi situasi seperti itu, tak seperti membuat alasan yang ada-ada saja dan di paksakan, Tidak, tidak seperti itu sama sekali, tepat dalam ke tidak tahuan sekitar terdengar suara lembut walau tak selembut sutra, aku menangkap suara tersebut : hal yang di paksakan hasilnya tidak akan maksimal.
Kepada siapa aku mau bertanya kala dalam kebingungan, di sana tak ada siapapun dan apapun kecuali bayang gelap dan pekat, jika bukan diri sendiri, siapa lagi ! Sedikit jeda ku persilahkan kepada diriku sendiri untuk mengerti kata paksaan tadi, entah angin apa yang menerpa seolah ia membuka daya tafsirku, aku duduk terdiam memikirkan ketenangan, aku pun mengingat bahwa
"hal yang tidak memiliki sejarah adalah ke-tidak sadaran"
Aku di buta-kan, aku di buat bingung, dan aku di permainkan, tepat oleh isi kepalaku sendiri yang memaksa untuk tetap menerjang ke "tidak" inginannya.
Ternyata aku se Egois itu, aku tidak mengerti ini apa, yang sedang aku rasakan ternyata sebuah permainan.
Perubahan cuaca dulunya ku kira terjadi karna kehendak alam, ternyata intervensi manusia juga ada di dalamnya, persis seperti dirimu kala tetiba panas karna cuaca pertemanan hingga akhirnya wilayah sebelah yang kepanasan, Ahh sial !
Semakin ku kejar cahaya itu ia malah menjauh, menghilang dan kadang muncul secara tiba-tiba, aku kaget, heran dan entah bahasa apa lagi, aku melihat ke-sama an tepat seperti aku mengejar feedback mu, menjauh, menghilang, dan kadang muncul tiba-tiba, bak seorang pesulap yang menghipnotis audiens dengan triknya, lagi lagi dan lagi, Ahh sial !
Kini cahaya itu hilang, aku tenggelam dalam kegelapan, tak ada yang bisa aku lakukan kecuali meraba-meraba !
Persis seperti kehilangan kabar darimu aku tak bisa apa-apa, sekedar meraba-meraba apakah aku memang sangat memalukan untuk kau beri feedback, atau aku terlalu buruk untuk kau beri respect, Ahh sial, sial.
Tolong jangan ajari pikiranku untuk meraba-meraba, aku tak sanggup dalam keadaan seperti itu untuk ke dua kalinya.
#Abcd.Fvck
Waduh gila sih emang calon dosen
BalasHapus😂😂😂 Aamiin
HapusHebat betul anaknya pak Heri ini :D
BalasHapus