Surat untuk tuhan

Alerta, kekasih

Pertama diri ini bingung, kesal, dan kehilangan arah, anehnya jiwa ini bisa dikatakan 
(Taken for granted)
atau diterima begitu saja serta tidak pernah di persoalkan.

Bingung.


•Bertanya tapi tak bersuara•


Kembali ke laptop, perincian pertama adalah bingung, letak episentrum kebingungan ini ku serahkan pada otak yg berpikir, ia selalu bertanya dan mempertanyakan pernyataan, ada sebuah objek berkata a sedangkan moralitasnya b. Kemudian timbullah pertanyaan besar tentang itu, apa sebenarnya yang anda pikirkan sampai se ambigu itu !
Bingung ini sering terjadi pada otak, membuatnya kehabisan nalar serta mengartifial otak itu cenderung tidak sensible, oleh karna itu, dari pada dipikirin mending tidak perlu dipikir supaya tidak kepikiran.
Setelah bingung, selanjutnya adalah kesal, impresi ini condong terhadap yang maha agung, atau lebih tepatnya ditujukan kepada sang esa, dalam hidup tak pernah luput dari cinta. Itulah hal yang tidak bisa dipungkiri, bahwa cinta memang dasar terbentuknya dunia, katakanlah, rincinya lebih simple searching di google. 


Kesal.


`•Mistik artifisial•


Sporadis ketidak kuatanku menahan kesal ku luapkan dalam kata-kata indah yang bisa disebut _do'a_ aku bertanya kepada ia, kau pertemukanku, kau jatuhkan cinta, kau memberi sedikit waktu merakit cerita dari bambu-bambu keromantisan, lalu kau jalankan sebuah hubungan ibarat kapal, melajur tengah laut, tak sampai seberang pelaminan kau pisahkan kapal itu, terjadilah keram hancur ledaklah kapal itu, terjun kedasar laut dengan segala materil"nya, bukankah itu ironis, wahai tuhan ? Indahnya kapal itu kini berhubung dengan terumbu karang, miris sekali karang nan indah namun tak berpenghuni. Yaaa, kenangan itu sekedar tinggal keindahan, tanpa ada penghuninya. Kau bahagiakan, kau hancurkan. Aku jatuh se jatuh-jatuhnya, terpuruk se puruk-puruknya, hidup ku telah dibombardir dan rata bak tanah yang enggan akan tumbuhan apapun di atasnya.
Ku ucap kata-kata merah ini kepadanya, dengan suara lembut agar dia tau (meski sudah tau) 
Kepada tuhan sang esa :
 _Aku benci salah satu hambamu, serta untuk obrak-abrik yang kau sajikan, terimakasih ku ucapkan_ 


Kehilangan arah.


Hanya luka tak berdarah yang menemaniku dijalan buntu


Akalku bingung, Jiwaku kesal, dan kini Gairah hidupku kehilangan arah, bagaimana tidak setelah 2 peristiwa itu terjadi !
Sekehilangan arah kota hirosima dan nagasaki 6 & 9 agustus 1945 itu. 
Bingung harus apa, kesal dengan keadaan, lalu kehilangan arah yang entah kemana mau melangkah.
Kini gairah hidupku seabstrak itu, bukan tak mau mencari jalan, bukanpula gagal mendapat halaman baru, hanya saja hal-hal indah itu tidak spontan, masih perlu hujan untuk muncul sebuah pelangi, dan butuh sakit untuk sembuh.
Implisit yang akan tuhan berikan masih tak nampak jelas, entah kejutan apa kira-kira dikemudian hari, sampai hari-hari sesulit ini !
Tetiba aku teringat "jika kau tak berani membuka halaman berikutnya, maka kau tak akan tau bagaimana cerita selanjutnya" ketidak gairahan hidupku seolah dibakar oleh kalimat itu. 
Tak ada lagi yang bisa di pertaruhkan dalam kehidupanku, kecuali ketidakjelasan dan kehilangan arah !

Dari hamba, untuk sang esa

#Abcd.Fvck

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer